BURUNG GAGAK BANGGAI

Burung Gagak Banggai atau Corvus unicolor,
Burung Gagak Banggai atau Corvus unicolor, adalah anggota dari gagak dari famili Banggai di Indonesia. Gagak ini terdaftar sebagai Spesies Kritis oleh IUCN dan pernah dianggap punah, namun akhirnya ditemukan kembali pada survei di Pulau Peleng,
Burung Gagak Banggaiatau Corvus unicolor ini merupakan gagak yang berukuran sedang dengan panjang 39 cm dan benar-benar hitam dengan iris mata yang gelap dan ekor pendek. Penurunan populasi gagak Banggai disebabkan karena hilangnya habitat dan degradasi seperti pertanian dan ekstrasi.
Corvus unicolor merupakan jenis endemik Kepulauan Banggai.  Di kepulauan ini hanya ditemukan di Pulau Peleng, pada hutan-utan primer dan sekunder tua ketinggian 300 s/d 915 m. Morfologinya mirip Corvus enca, kecuali dibedakan dari ciri yang hampir menyerupainya; matanya keputihan (Corvus enca gelap) dan bulunya hitam kecoklatan (Corvus enca hitam pekat). Tetapi menurut del Hoyo, et al (2016) jenis ini berkerabat lebih dekat Corvus unicolor, endemik daratan Sulawesi.  Morfologisnya sangat berbeda dengan Corvus typicus, tetapi suara, tingkah laku dan habitat lebih mirip dibanding Corvus enca.
Jenis ini dalam beberapa dekade terakhir diketahui hanya berdasarkan dua specimen yang dikoleksi oleh Rothschild dan Hartert, dari sebuah tempat yang tidak diketahui dengan pasti letaknya di Kepulauan Banggai selama rentang waktu 1884 – 1885 (Coates dan Bishop, 2000). Sejak saat itu hingga sebelum ditemukan Fachry Nur Mallo dan Dadang Dwi Putra  tahun 2007, jenis ini tidak diketahui statusnya dengan pasti. Data lokasi penyebaran dan ekologinya diketahui dari beberapa literatur, yang hanya berdasarkan perkiraan saja. Dalam beberapa literatur hanya mencantumkan Pulau Banggai sebagai tempat penyebarannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

Scroll to Top